NADIKABAR.COM — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa dari hasil survei nasional literasi inklusi keuangan di Indonesia sudah melampaui target dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2029.

"Indeks inklusi keuangan sudah mencapai 93,61 persen dan indeks literasi keuangan sudah mencapai 69,57 persen," kata Friderica di Jakarta, Senin.

Sementara itu pada RPJMN 2025–2029 untuk tahun 2029 literasi keuangan ditargetkan sebesar 69,35 persen dan inklusi keuangan keuangan sebesar 93 persen.