"(Hal itu) menjadi salah satu faktor tekanan terhadap Rupiah, dan juga ada penyesuaian strategi investasi oleh investor terutama investor asing di pasar modal kita yang turut mempengaruhi pasar di sepanjang tahun 2026 ini," ujar Hasan.

Sementara dari dalam negeri, Hasan menilai adanya perhatian para investor global terhadap reformasi kebijakan pasar modal Indonesia beserta implementasinya selama 2026.

Selain itu, lanjutnya, penilaian dari penyedia indeks global turut menjadi perhatian dari para investor, yang akhirnya mempengaruhi strategi investasi di pasar modal Indonesia.

Data penutupan perdagangan Senin sore, IHSG ditutup menguat 81,97 poin atau 1,36 persen ke posisi 6.118,86. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,77 poin atau 1,30 persen ke posisi 603,23.

Adapun, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,64 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,24 miliar lembar saham senilai Rp9,96 triliun. Sebanyak 547 saham naik 164 saham menurun, dan 252 tidak bergerak nilainya.