Meski begitu, Jakarta Bond belum otomatis diterbitkan. Sepulang dari New York, Pramono menegaskan Pemprov DKI tetap akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat sebelum menjalankan skema tersebut.

Selain soal pembiayaan, kunjungan Pramono juga membuka peluang kerja sama dengan New York University (NYU). Kerja sama tersebut diarahkan ke bidang pendidikan dan pengembangan industri olahraga.

Pemprov DKI ingin pengalaman Jakarta sebagai tuan rumah berbagai ajang internasional dikembangkan lebih jauh, bukan sekadar menjadi lokasi penyelenggaraan acara.

Jakarta sebelumnya telah menjadi tuan rumah Asian Games, FIFA U-17 World Cup, FIBA Basketball World Cup, Formula E, hingga Jakarta International Marathon.

"Jakarta tidak hanya ingin menjadi tuan rumah ajang olahraga besar. Kami ingin membangun industri olahraga yang kuat dan berkelanjutan," ujar Pramono.

Menurutnya, pengembangan industri olahraga membutuhkan pengelolaan fasilitas yang lebih baik, sumber daya manusia yang kompeten, kemitraan internasional, serta dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Pemprov juga melihat peluang kerja sama pendidikan dengan NYU. Pramono berharap kampus tersebut bisa menjadi salah satu tujuan bagi anak-anak Jakarta jika program beasiswa luar negeri nantinya dikembangkan.

"Kami ingin semakin banyak membuka kesempatan bagi anak-anak Jakarta untuk belajar di universitas terbaik dunia," katanya.