Pertemuan Pramono dengan Mamdani juga membahas persoalan yang sama-sama dihadapi kota besar, mulai dari kemacetan, polusi udara, hingga perubahan iklim. Pramono menjelaskan lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta setiap hari.
Untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, Pemprov terus memperluas layanan Transjabodetabek dan mengintegrasikan transportasi publik.
"Setiap hari lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk. Melalui Transjabodetabek, kami ingin mengurangi kemacetan dan volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas wilayah," kata Pramono.
Ia juga memaparkan program transportasi gratis untuk 15 golongan, antara lain lansia, penyandang disabilitas, pelajar penerima KJP, dan mahasiswa penerima KJMU.
Dalam agenda lain di New York, Pramono turut berbicara soal perubahan iklim. Menurutnya, kebijakan iklim tidak boleh hanya bicara target penurunan emisi, tetapi harus terasa dalam kehidupan warga.
"Aksi iklim harus memberikan manfaat nyata yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari melalui transportasi yang lebih bersih, ruang publik yang lebih baik, energi yang lebih bersih, serta kualitas hidup yang lebih baik," ujarnya.
Kunjungan ke New York juga dimanfaatkan Pemprov DKI untuk menawarkan peluang investasi. Pramono menyebut ada 37 proyek pengembangan kota dengan potensi investasi sekitar USD 7 miliar.
Ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 sendiri tercatat tumbuh 5,52 persen.