Ekoteologi menjadi bidang riset yang paling banyak diminati dengan 3.553 pendaftar. Berikutnya, Sustainable Development Goals (SDGs) mencatat 3.384 pendaftar dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional sebanyak 2.193 pendaftar.
Ketua OMI 2026 Solla Taufiq mengatakan tingginya partisipasi pada cabang riset menjadi sinyal positif bagi perkembangan kompetisi ilmiah di kalangan siswa madrasah.
"Angka ini menunjukkan tingginya minat siswa madrasah untuk mengembangkan kemampuan riset dan menuangkan gagasan ilmiah melalui ajang kompetisi tingkat nasional," ujar Solla Taufiq.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno mengatakan peningkatan jumlah peserta menjadi kabar baik bagi pendidikan madrasah maupun pendidikan Indonesia secara keseluruhan.
"Peningkatan partisipasi ini tentu menjadi kabar baik bagi pendidikan madrasah dan pendidikan Indonesia secara keseluruhan. Bertambahnya peserta berarti semakin banyak potensi dan talenta anak bangsa yang berhasil kita identifikasi dan berikan ruang untuk berkembang," ujar Amien Suyitno.
Amien menilai kompetisi bukan tujuan akhir dari penyelenggaraan OMI. Menurutnya, peserta yang memiliki potensi perlu mendapatkan pembinaan agar kemampuan tersebut dapat berkembang menjadi prestasi.
"Kompetisi adalah salah satu pintu masuk. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menemukan anak-anak yang memiliki potensi, kemudian memberikan pembinaan yang tepat agar potensi tersebut berkembang menjadi prestasi," jelas Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang.