NADIKABAR.COM — kondisi sepi pengunjung ramai menghantui sejumlah pasar di Jakarta. Salah satunya ada Pasar Pondok Labu di Jakarta Selatan yang jumlahnya pengunjungnya kini bisa dihutung jari, mengakibatkan omzet para pedagang jatuh sangat dalam.
Seorang pedagang kosmetik dan produk kecantikan di Pasar Pondok Labu, Farid, mengatakan penurunan jumlah pembeli sebenarnya sudah terjadi sejak 2019 lalu. Namun kondisi penurunan pelanggan paling parah baru terjadi beberapa tahun terakhir.
"Kondisi pasar ya sudah lumayan parah. Parahnya dari sebelum pandemi sudah terasa. Malah kalau dari waktu pandemi, kita kan disuruh tutup ya, jadi kita kucing-kucingan buka toko, itu masih dapat malah," ujar Farid saat ditemui NadiKabar di lokasi, Senin (21/9/2026).
"Sekarang sudah terbuka kayak gini, malah nggak ada yang datang sama sekali. Lihat saja ini dari tadi nggak ada yang lewat, paling cuma pedagang-pedagang lain yang lewat untuk ke belakang," jelasnya lagi yang membuka kios di bagian dalam lantai dasar pasar.
Sebagai perbandingan, dulu saat kondisi pasar masih ramai pengunjung ia mengaku bisa membawa pulang omzet setidaknya Rp 5 juta per hari. Namun dengan kondisi pasar saat ini, dalam satu hari dirinya belum tentu bisa mengumpulkan omzet hingga Rp 1 juta.
Artinya secara keseluruhan omzet dagangan Farid di Pasar Pondok Labu telah anjlok hingga 80% atau lebih jika total pendapatannya hari itu di bawah Rp 1 juta.
"Saya kalau mau ngomong dulu kalau bilang persenan ya ada lah 80% hilang.Dulu saya sehari Rp 5 juta ke atas. Sekarang nyari Rp 1 juta itu susah," ujarnya.