NADIKABAR.COM — Kebakaran hutan di kawasan Gunung Ijen terus meluas hingga memasuki kawasan Kalipait, Bondowoso. Untuk menekan penyebaran api yang dipicu angin kencang, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing.
Kepala BBKSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan mengatakan, pelaksanaan OMC dan water bombing telah mendapat persetujuan dari Gubernur Jawa Timur. Operasi tersebut disiapkan sebagai langkah untuk mengantisipasi kebakaran yang diperkirakan masih berpotensi meluas.
"Nah, itu yang yang kita inikan. Dan dengan medan begini, itulah makanya kami akan tetap meminta dan sudah disetujui oleh Ibu Gubernur untuk water bombing maupun untuk OMC," jelas Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Nur Patria Kurniawan, Sabtu (5/9/2026).
Kebakaran yang terjadi dalam tiga hari terakhir diketahui bergerak dari kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup menuju Taman Wisata Alam (TWA) Ijen. Api kemudian merembet ke arah barat hingga mencapai kawasan Kalipait, Bondowoso.
Pergerakan api dipengaruhi kondisi vegetasi yang kering serta tiupan angin kencang yang mengarah ke barat. Kondisi tersebut membuat potensi penyebaran api masih cukup tinggi meski sejumlah titik sebelumnya telah berhasil dipadamkan.
Nur Patria mengatakan, tim gabungan masih menemukan bara api di sejumlah lokasi di TWA Ijen yang sebelumnya telah ditinggalkan kobaran api. Bara tersebut berpotensi kembali memicu kebakaran apabila tertiup angin dan bertemu dengan bahan bakar berupa vegetasi kering di sekitarnya.
Karena itu, proses pemadaman tidak hanya dilakukan dengan mengejar kobaran api yang terlihat. Petugas juga melakukan pendinginan dan mencari titik-titik bara yang masih tersembunyi untuk mencegah munculnya kembali api.
Sembari menunggu pelaksanaan OMC, BBKSDA menyiapkan personel untuk melakukan mitigasi di sejumlah titik. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api.
"Di atas di belakang yang atas dekatnya jembatan itu udah kita buat sekat bakar. Nah, ini teman-teman anggota saya sudah ada di sana untuk menjaga api sampai di ujung sekat bakar, maka tidak lagi merembet. Ada sekat bakar sekitar 4 meter. Itu biar api berhenti di situ," beber Nur Patria lebih lanjut.
Petugas ditempatkan di sekitar sekat bakar untuk mengawasi pergerakan api. Upaya tersebut dilakukan agar kobaran tidak melewati batas yang telah dibuat dan semakin mendekati kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat.
Selain ancaman terhadap kawasan hutan dan konservasi, petugas juga mewaspadai kemungkinan api merembet menuju akses jalan yang menghubungkan Bondowoso dan Banyuwangi.
Sejumlah petugas beserta mobil pemadam telah disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi apabila kobaran api mendekati akses tersebut.
BBKSDA bersama tim gabungan masih melakukan pemadaman dan mitigasi secara manual. Namun, kondisi medan yang terjal serta akses menuju sejumlah titik api yang sulit menjadi kendala dalam penanganan.
Dalam tiga hari terakhir, kebakaran telah bergerak dari kawasan Merapi Ungup-Ungup menuju TWA Ijen hingga Cagar Alam Kalipait. Dengan kondisi angin yang masih berpotensi membawa api ke arah barat, BBKSDA menyiapkan OMC dan water bombing sebagai upaya tambahan untuk menekan penyebaran kebakaran.