NADIKABAR.COM — Musibah hilang kontaknya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa diduga kuat dipicu oleh kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi. Tim SAR gabungan melaporkan bahwa ketinggian gelombang di titik koordinat kejadian saat ini mencapai 2 hingga 2,5 meter.
SAR Mission Coordinator (SMC) sekaligus Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana mengungkapkan informasi kondisi perairan itu dia terima langsung dari komandan kapal penyelamat yang berada di lokasi penyisiran.
"Kami langsung mendapatkan laporan dari Nahkoda KN SAR Laksmana bahwa tinggi gelombang di lokasi kejadian tim redaksi 2 sampai 2,5 meter," kata Putu dalam keterangannya.
Putu menjelaskan, tingginya gelombang di tengah Laut Jawa tersebut menjadi ancaman serius, tidak hanya bagi pelayaran komersial tetapi juga bagi armada penyelamat. Kapal SAR milik Basarnas berukuran 40 meter dinilai sangat berisiko jika dipaksakan menerjang gelombang setinggi itu.
"Jadi sangat-sangat berisiko dan sangat riskan untuk kapal-kapal seperti kapal kami yang di Basarnas yang ukurannya 40 meter. Nah, kemudian kapal-kapal lain yang ukurannya lebih besar akan lebih kami prioritaskan untuk upaya pencarian di lapangan," tegas Putu.
Meskipun harus bertaruh dengan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, operasi kemanusiaan tetap digencarkan secara maksimal. Hingga Minggu (13/9/2026) pukul 12.00 WITA, kerja keras tim gabungan bersama kapal-kapal yang melintas berhasil mengevakuasi sebanyak 103 penumpang.
Para korban selamat dan meninggal dunia itu dievakuasi oleh tiga kapal komersial berukuran besar yang melintas di sekitar lokasi kejadian, yakni TB TB Mauhaw IX (16 orang), TB TCP (38 orang), dan MV Haida (49 orang).
Sebelumnya, Kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang penumpang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Banjarmasin. Namun, kapal mendadak terputus komunikasi pada Minggu (13/9) dini hari usai mengabarkan kendala cuaca buruk di tengah perairan Laut Jawa.