Pada Jumat (11/9), pencarian memasuki hari keempat. Tim SAR memusatkan penyisiran pada radius terdekat dari Gunung Anak Krakatau.

Empat sektor pencarian dan satu sektor khusus disiapkan, termasuk wilayah pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau yang berjarak sekitar 3 kilometer dari gunung tersebut.

Tim juga melakukan pencarian di Pulau Rakata, Pulau Sertung dan Pulau Panjang. Namun, keberadaan kapal maupun rombongan belum ditemukan.

Pencarian pada hari keempat juga menghadapi kendala berupa abu vulkanik, angin kencang dan kondisi gelombang laut yang berubah-ubah.

Hari kelima, temukan pelampung, helm dan jeriken

Sabtu (12/9) menjadi hari kelima pencarian. Tim SAR tidak hanya melakukan penyisiran melalui laut, tetapi juga memperkuat pencarian dari udara dengan mengerahkan helikopter HR-3604 milik Basarnas.

Pada hari tersebut, tim menemukan sejumlah benda berupa life jacket, helm dan jeriken. Jeriken minyak berwarna biru ditemukan sekitar pukul 10.05 WIB, sedangkan helm berwarna merah ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB.

Meski demikian, barang-barang tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan Arupadatu I. Pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung juga belum menemukan keberadaan rombongan.

Pada Minggu (13/9), operasi memasuki hari keenam. Tim SAR memperluas penyisiran hingga sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda.

Pencarian difokuskan pada jalur laut dari Bakauheni hingga Pulau Sangiang. Tim juga terus memperhitungkan kemungkinan pergeseran posisi kapal akibat arus dan kondisi laut.

Namun, hingga pencarian hari keenam berakhir, belum ditemukan petunjuk yang memastikan keberadaan delapan orang tersebut. Kondisi gelombang dan arus kencang tetap menjadi tantangan bagi tim di lapangan.

Hari ketujuh, 18 kapal dan helikopter dikerahkan

Senin (14/9), pencarian memasuki hari ketujuh. Tim SAR gabungan mengerahkan 18 kapal laut dan satu helikopter HR-3604 milik Basarnas.

Wilayah operasi dibagi ke sejumlah sektor dengan total area pencarian yang semakin diperluas. Penyisiran dilakukan berdasarkan perhitungan arus, angin dan kemungkinan pergerakan objek di laut.

Pada akhir hari ketujuh, tim masih belum menemukan tanda keberadaan Arupadatu I maupun delapan orang yang berada di dalamnya. Setelah evaluasi, operasi kemudian diperpanjang selama tiga hari.

Hari kedelapan, pencarian masih nihil

Selasa (15/9), pencarian memasuki masa perpanjangan hari pertama atau hari kedelapan secara keseluruhan.