Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, menjelaskan bahwa pembatasan ini dilakukan demi kelancaran dan efektivitas proses pencarian korban yang masih berlangsung."Pembatasan sementara ini kami terapkan agar jalur pencarian tidak terganggu oleh lalu lintas kapal wisata, sehingga tim SAR dapat bekerja lebih fokus, aman, dan cepat dalam menemukan korban. Kami mohon pengertian seluruh pelaku usaha dan wisatawan," ujar Stefanus Risdiyanto kepada NadiKabar.com, Senin,(19/10).Maklumat tersebut juga menegaskan agar setiap nahkoda kapal patuh dan tidak melintas di area yang dibatasi demi menghindari risiko keselamatan serta memastikan operasi SAR berjalan optimal."Keputusan ini diambil murni demi kepentingan keselamatan dan keberhasilan misi kemanusiaan yang sedang kita lakukan bersama," tambahnya.Untuk informasi, Operasi SAR hari keenam melibatkan 266 personel dari berbagai unsur SAR Gabungan. Tim membagi personel ke dalam sembilan unit pencarian untuk melakukan penyisiran di permukaan air. KRI Satran Pulau Fani-731 juga terus mendukung pelaksanaan operasi SAR sejak hari sebelumnya.Selain penyisiran di permukaan air, pencarian dilakukan menggunakan peralatan side scan sonar, ROV SKYRO, serta sonar multibeam. Dalam pelaksanaan pencarian, tim menemukan tumpahan minyak di perairan Batu Bolong yang diduga berkaitan dengan KM Feronia."Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian melalui penyisiran di permukaan air dan penggunaan peralatan pendukung pencarian bawah air," ungkap Fathur Rahman, Minggu, Sore.Hingga Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 18.00 WITA, pencarian korban belum membuahkan hasil. Setelah pelaksanaan evaluasi, operasi pencarian akan dilanjutkan pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 06.00 WITA.