NADIKABAR.COM — orang superkaya di Asia semakin terbuka untuk menempatkan kekayaannya di berbagai jenis aset. Emas dalam jumlah besar mulai berpindah dari Dubai ke Singapura, sementara orang-orang kaya China semakin melirik Malaysia sebagai tujuan investasi.

Tren ini diungkap CEO Malayan Bank Bhd (Maybank) Singapura, Alvin Lee. Ia menyebut semakin banyak investor China yang memindahkan bisnis dan memboyong keluarga mereka ke Malaysia, karena valuasi aset di negara tersebut relatif lebih murah dibandingkan Singapura.

Berdasarkan Hurun Global Rich List yang diterbitkan pada Maret, China memiliki 1.110 miliarder, lebih banyak dibandingkan Amerika Serikat yang memiliki sekitar 1.000 miliarder.

"Kami melihat semakin banyak orang China membeli properti di Malaysia, baik untuk penggunaan pribadi maupun untuk bisnis mereka. Kuala Lumpur menjadi salah satu penerimanya. Saya rasa Malaka juga demikian. Penang sejak lama cukup menarik bagi masyarakat China," ujar Lee, dilansir dari CNBC, Kamis (10/9/2026).

Sementara itu, Singapura diperkirakan tetap menjadi salah satu tujuan utama penyimpanan kekayaan dari luar negeri. Konflik di Timur Tengah bahkan disebut mendorong kembalinya sebagian dana yang sebelumnya berpindah dari Singapura ke Dubai.