NADIKABAR.COM — Fenomena menarik terjadi di tengah masyarakat Indonesia saat berinvestasi emas. Alih-alih membeli emas saat harga mengalami penurunan, sebagian besar masyarakat justru gemar memborong logam mulia ketika harga sedang melonjak.
Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, menilai fenomena ini terjadi lantaran mayoritas masyarakat melakukan investasi emas karena terdorong rasa takut ketinggalan momen atau fear of missing out (FOMO).
"Masyarakat Indonesia mayoritas masih FOMO. Jadi jumlah orang yang beli emas pada saat harga turun justru malah turun. Buktinya di sistem kita bilang beberapa hari terakhir begitu harga emas mulai naik lagi, jumlah transaksi yang beli emas naik lagi," ujar Yos saat ditemui usai Peluncuran bluInvest Emas di Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026).
Yos menegaskan fenomena ini membuktikan jika masalah utama dalam berinvestasi khususnya untuk instrumen logam mulia bukan terletak pada daya beli atau kemampuan finansial masyarakat, melainkan pada pemahaman literasi keuangan.