Tantangan lainnya adalah kesenjangan literasi digital di kalangan nasabah. Dia mencontohkan, sebagian nasabah dengan kekayaan tinggi (high-net-worth individual/HNWI) yang berusia 50 tahun ke atas masih membutuhkan pendampingan dalam menggunakan layanan digital.
Kondisi tersebut membuat agen memiliki tanggung jawab tambahan, yakni membantu nasabah memahami penggunaan teknologi sekaligus memberikan penjelasan mengenai produk dan manfaat perlindungan asuransi dengan keterampilan digital yang mendukung pekerjaan mereka.
"Marketing-nya sudah menggunakan digital, kemudian aplikasi yang digunakan juga sudah digital. Ini menjadi tantangan bagi agen karena kami tidak hanya harus menguasai produk, tetapi juga digitalisasi agar bisa mentransfer pengetahuan kepada nasabah," kata Akromah.
Seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan, PAAI mulai melakukan upaya secara mandiri untuk mempersiapkan agen menghadapi perubahan industri. Organisasi tersebut juga menjajaki integrasi pengembangan kompetensi AI dengan lembaga sertifikasi profesi (LSP).