Dilengkapi "otak" AI, robot ini dapat menyimulasi proses operasional, pelacakan, gerakan, pengambilan, dan penumpukan di dalam sebuah gudang virtual. Setelah proses itu terbukti efektif dan layak, perintah aksi akan dikirim ke mesin nyata, sehingga proses awakutu (debug) dan perbaikan dapat dilakukan lebih awal.

Menurut Peter Mills, chief supply chain officer Swire Coca-Cola Beverages, model manufaktur cerdas tersebut diharapkan menjadi lebih matang dan dapat direplikasi, sehingga dapat diterapkan di berbagai pabrik lain di China bahkan global.

Jin menyatakan bahwa robot ini dilengkapi platform operasional yang mampu memilah, mengangkut, dan mengirimkan kargo seberat 40 kilogram dalam setiap siklus berkapasitas penuh hingga 600 peti per jam dengan akurasi yang mendekati 100 persen.