Khawatir api semakin meluas, Anang segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pos WMK Banjarsari.

Petugas menerima laporan pukul 02.22 WIB dan langsung berangkat satu menit kemudian. Armada tiba di lokasi sekitar pukul 02.32 WIB dengan waktu respons sembilan menit. Satu unit mobil pancar dikerahkan bersama tiga personel untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Bangunan pabrik berukuran sekitar 8x6 meter tersebut mengalami kebakaran pada bagian seluas kurang lebih 3x3 meter. Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp5 juta.

"Penyebab kebakaran di pabrik pengolahan kayu tersebut masih berupa dugaan, yakni berasal dari puntung rokok. Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan serta memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan," kata Budi.

Dalam penanganan tersebut, petugas Pos WMK Banjarsari turut dibantu Babinsa Sindangasih dan warga sekitar. Sekitar pukul 03.30 WIB, proses pemadaman dan observasi dinyatakan selesai. Petugas kemudian kembali ke Pos WMK Banjarsari untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan.

Budi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat menggunakan tungku, membakar sampah, maupun membuang puntung rokok.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak meninggalkan api dalam kondisi masih menyala atau bara yang belum benar-benar padam. Hal-hal kecil seperti membakar sampah, tungku memasak, dan puntung rokok bisa menjadi sumber kebakaran apabila tidak diawasi," ucapnya.