NADIKABAR.COM — Musim kemarau panjang berpotensi memengaruhi produksi pangan dan mendorong kenaikan harga beras. Pemerintah pun menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras selama periode paceklik.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan beras bagi masyarakat yang membutuhkan serta beras subsidi untuk menjaga harga di pasaran.

Adapun salah satu langkah yang disiapkan yakni memberikan bantuan beras kepada masyarakat yang masuk desil 1 sampai desil 4. Bantuan tersebut diberikan untuk periode Oktober, November, dan Desember.

Zulhas mengatakan bantuan tersebut diberikan secara rapel agar masyarakat memiliki persediaan beras di rumah selama periode paceklik.

"Nah, Yang desil 1 sampai desil 4 ini kita berikan beras rapel 30 kilo untuk Oktober, November, Desember," ujar Zulhas dalam program #ZulhasBikinJelas bersama NadiKabar.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan beras untuk periode Juli, Agustus, dan September. Zulhas menyebut penerima bantuan tersebut berjumlah lebih dari 32 juta masyarakat.

Berbeda dengan bantuan beras yang diberikan kepada masyarakat desil 1 sampai desil 4, pemerintah juga menyiapkan beras SPHP yang dijual melalui pasar. Beras subsidi ini ditujukan untuk menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat yang masih mampu membeli beras tetapi daya belinya terdampak kenaikan harga.