Zulhas mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk menggelontorkan 1 juta ton beras SPHP. Beras tersebut dijual dengan harga subsidi di bawah harga pembelian pemerintah.

"Namanya SPHP, beras subsidi. 1 kantong harganya itu Rp12.000 sampai Rp12.500 per kilo, berarti antara Rp60.000-Rp62.500 1 kantong. Rp60.000-Rp62.500 paling mahal, 1 kantongnya 5 kilo. Namanya SPHP berasnya. SPHP. Itu beras pemerintah beli harganya Rp14.000 tapi jualnya Rp12.000 sampai Rp12.500, itu subsidi," kata Zulhas.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang masih bisa membeli beras tetap mendapatkan harga yang terjangkau.

"Jadi ada yang enggak bisa beli dikasih, kita kasih 1 juta. Ada yang bisa beli ngeluh harga mahal, kita banjiri pasar agar harganya terjangkau Rp12.000 sampai Rp12.500, itu 1 juta juga," ujarnya.

Pemerintah juga akan kembali menggelontorkan beras pada Oktober hingga Desember. Dengan demikian, total beras yang diguyur dalam enam bulan terakhir mencapai sekitar 4 juta ton.

"Jadi dalam 6 bulan terakhir kita akan guyur beras 4 juta ton," tegas Zulhas.

Meski beras digelontorkan dalam jumlah besar, Zulhas memastikan stok pemerintah masih mencukupi untuk menghadapi musim kemarau.