Ia mengajak generasi muda untuk lebih kritis dalam memeriksa informasi serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

β€œPersatuan juga harus memberi tempat bagi kritik. Suara anak muda adalah bagian penting dari ikhtiar memperbaiki Indonesia. Dengarkan aspirasinya, libatkan gagasannya, dan beri mereka tanggung jawab yang nyata,” ujarnya.

Dalam konteks pembinaan karakter, Nabil mengatakan nilai-nilai pencak silat dapat menjadi landasan bagi generasi muda untuk membangun keberanian yang disertai pengendalian diri, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama.

Ia menjelaskan seorang pendekar tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip, menghormati perbedaan, dan melindungi pihak yang lemah.