Heri menambahkan, esensi kegiatan ini adalah memberikan ruang apresiasi bagi para pelaku seni budaya lokal, sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

"Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud pelestarian seni dan budaya daerah, tetapi juga diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi seniman tradisional di daerah lain," lanjut Heri.

Dalam kesempatan tersebut, Heri juga mengajak semua pihak untuk memaknai Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Ia mengingatkan kembali peristiwa 98 tahun silam, ketika para pemuda dari berbagai wilayah Nusantara berikrar untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan melalui satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.