"Kami memahami kekhawatiran warga. Langkah terpenting saat ini adalah mengurangi paparan dan melindungi keluarga, terutama anak-anak, lansia, dan anggota keluarga yang memiliki gangguan pernapasan," kata Dudi.
Warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker N95 atau setara yang terpasang rapat menutupi hidung dan mulut. Jika abu masuk ke rumah, warga dianjurkan membersihkannya menggunakan lap atau pel lembap agar abu tidak kembali beterbangan.
BNPB juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu mengurangi dampak sebaran abu vulkanik di Jakarta, Banten, dan Lampung. Operasi tersebut dilakukan hingga malam hari.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan operasi modifikasi cuaca akan dilakukan dengan mengupayakan turunnya hujan agar sisa abu vulkanik dapat luruh. Jika pertumbuhan awan hujan tidak mencukupi, metode water mist akan digunakan untuk membantu mengurai partikel abu.
"Hari ini akan dilaksanakan operasi modifikasi cuaca sampai malam," kata Suharyanto.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga tetap tenang dan waspada. Warga yang wilayahnya terdampak abu juga diminta menerapkan 5M, yakni memakai masker, menutup pintu dan jendela serta sumber air, membatasi aktivitas di luar ruangan, dan membersihkan abu dengan membasahinya terlebih dahulu.