Puspawati masih mengingat bagaimana anaknya menolak ketika diajari berenang.

Setahun kemudian, ketakutan itu benar-benar ia rasakan. Pajar pernah tergulung ombak besar dan panik karena belum bisa berenang. Pengalaman tersebut membuatnya trauma dan hampir berhenti berselancar.

Namun sang ayah terus mendorongnya untuk kembali ke laut.

Kalimat itu kemudian menjadi pegangan Pajar hingga sekarang.

Ia kembali berselancar. Rasa takut perlahan berubah menjadi keberanian. Pada usia tujuh tahun, Pajar mulai mengikuti perlombaan.