Setahun kemudian, ia mendapat dukungan sponsor dan berhasil meraih juara ketiga. Memasuki usia delapan tahun, ia mulai menjalani kompetisi dengan lebih serius.
Bagi Puspawati, melihat anaknya bertanding tentu membuat khawatir. Apalagi Pajar masih sangat kecil ketika mulai masuk ke kompetisi. Namun, ia juga melihat keberanian yang berbeda dalam diri anak keduanya.
Pajar juga dikenal mandiri. Ia terbiasa bepergian tanpa selalu didampingi orang tua. Bahkan ketika harus mengikuti kompetisi di luar negeri, Pajar bisa berangkat sendiri.
Menariknya, surfing bukan cita-cita pertamanya. Ketika kecil, Pajar pernah ingin menjadi atlet sepak bola. Namun ayahnya menyarankan agar ia menekuni surfing karena sejak kecil sudah begitu dekat dengan pantai.
Pilihan itu akhirnya menjadi jalan hidupnya.