"Karena kita buktikan bahwa dengan semakin banyaknya kampus di suatu daerah juga berkorelasi terhadap kemajuan sebuah daerah tersebut," ujarnya.

Dia menilai program studi yang dikembangkan INSA Lamongan juga memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Di antaranya bidang ketahanan keluarga dan ekonomi syariah.

"Fakultas-fakultas ini sangat cocok sekali dengan pembentukan karakter dan peningkatan daya saing. Ada ketahanan keluarga, ada juga ekonomi syariah yang tentu ini sesuai dengan apa yang menjadi potensi dan tantangan masyarakat Lamongan ke depan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sabilillah Lamongan, H Ongki Wijaya Ismail Putra mengatakan, sekitar 300 mahasiswa telah mendaftar di INSA Lamongan. Jumlah tersebut disebut telah sesuai dengan kapasitas maksimal yang ditargetkan kampus pada tahun pertama.

Ongki menegaskan kampus tidak ingin hanya menjadi tempat mahasiswa menjalani kegiatan perkuliahan. Kualitas pendidikan, integritas, dan kejujuran menjadi prinsip yang ingin ditanamkan kepada seluruh civitas akademika.