NADIKABAR.COM — Sejumlah pakar memperingatkan pemerintah Australia bahwa mereka bisa menderita kerugian hingga rata-rata 6 miliar dolar Australia atau sekira Rp76 triliun per tahun akibat musim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bertambah panjang lantaran perubahan iklim.

Hal itu disampaikan Emergency Leaders for Climate Action (ELCA), anak organisasi lembaga swadaya masyarakat The Climate Council, yang berisikan mantan pemimpin dinas pemadam kebakaran dan kedaruratan dalam laporan yang dirilis Kamis sembari menyebutkan kerugian itu bisa berlangsung hingga 30 tahun ke depan.

Pasalnya laporan itu juga menyebutkan durasi musim karhutla bertambah panjang 21 persen sejak 1979, mempersempit rentang waktu untuk mitigasi dan upaya pengurangan bahaya.