NADIKABAR.COM β€” Pengamat Hubungan Universitas Budi Luhur, Andrea Abdul Rahman, menilai Indonesia perlu meninjau keanggotaan di Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) apabila konsistensi dan relevansi forum bergeser pasca-pemilihan umum Israel dan pemilihan paruh waktu Amerika Serikat.

β€œKhusus perspektif bagi Indonesia, pertimbangan keanggotaan di BoP pasca dua pemilu ini harus realistis. Pertama, RI perlu menilai apakah BoP masih mampu menjaga kredibilitas di tengah ketidakpastian politik dua aktor utama,” kata Andrea, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Akademisi itu menilai hasil pemilu Israel dengan tidak adanya blok yang meraih suara mayoritas dalam pemilu, menunjukkan bahwa hasil pemilu Israel terfragmentasi, serta mengindikasikan bahwa kebijakan luar negeri Israel akan cenderung rapuh dan penuh kompromi.

β€œSituasi ini bisa memengaruhi dinamika BoP karena setiap keputusan Israel terkait operasi perdamaian atau keterlibatan militer akan lebih sulit diputuskan secara konsisten,” ujarnya.