Unej mempertegas perannya dalam kancah akademik internasional dengan menyelenggarakan konferensi internasional bidang pertanian dan ilmu kehidupan. Konferensi internasional prestisius itu dirancang sebagai platform multidisiplin bagi para periset, akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan industri untuk berbagi pengetahuan, bertukar gagasan, serta mempresentasikan temuan mutakhir.

"Konferensi itu merupakan bagian dari komitmen universitas untuk mewujudkan visinya menjadi perguruan tinggi unggul dalam inovasi pertanian industrial berkelanjutan yang diakui secara internasional," kata Rondhi.

Menghadapi krisis pangan akibat perubahan iklim, gangguan rantai pasok, lonjakan populasi, serta keterbatasan sumber daya alam, Rektor Universitas Jember Dr Iwan Taruna mengatakan pentingnya arah riset dan kolaborasi lintas disiplin yang berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan masyarakat pedesaan hingga agroindustri nasional.

"Kecanggihan teknologi seperti kecerdasan buatan, pertanian presisi, bioteknologi, sensor, otomasi, dan pengolahan pangan tidak serta-merta menjamin kemajuan sosial jika tidak dirancang agar terjangkau, layak secara ekonomi, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta inklusif," katanya.