Oleh karena itu, lanjut dia, universitas memikul tanggung jawab besar untuk menjembatani riset dengan kebutuhan nyata melalui tiga prioritas utama yakni percepatan riset yang tanggap masalah, akselerasi inovasi dan alih pengetahuan, serta perluasan kerja sama internasional guna menghadirkan solusi konkret bagi ketahanan pangan global.

Konferensi internasional ini menghadirkan sejumlah pakar dan keynote speaker terkemuka dari berbagai institusi global yaitu Prof. Dr. Awang Ahmad Sallehin (Universiti Malaysia Sarawak), Dr. Orawan Srisompun (Mahasarakham University), Mr. Rajendra Aryal (FAO Representative/Country Director for Indonesia and Timor Leste), Dr. Joon-Yung Cha (Gyeongsang National University), Prof. Toyoshi Yoshiga, Ph.D. (Faculty of Agriculture, Saga University), dan Christian Cilas (Cirad Scientist).

Selain forum diseminasi riset, ICALS 2026 memberikan ruang publikasi berkualitas tinggi melalui peluang penerbitan pada prosiding terindeks Scopus (IOP Earth and Environmental Science), guna memastikan hasil riset yang dipresentasikan berdampak luas bagi pengembangan sains global.