Orang tua bisa membiarkan anak mengambil makanan sendiri, mengajak anak mengobrol, merespons celotehan anak, atau mengajari anak berbagi untuk menstimulasi kemampuan dasar anak.

Di samping itu, anak-anak bisa belajar bersosialisasi selama makan dan berinteraksi bersama anggota keluarga yang lain.

Psikolog klinis senior Ratih Ibrahim mengatakan bahwa makan bukan hanya proses pemenuhan kebutuhan tubuh manusia.

"Mengutip sahabat saya Prof. Komaruddin Hidayat, dia bilang makan adalah peristiwa sosial. Jadi bukan cuma makan doang. Makan apa? Bersama siapa? Jumlahnya bagaimana? Itu semua bisa membuat kita happy," katanya.

"Pernah enggak kita tidak nafsu makan meski kita sendirian? Kebayang tidak kalau anak tidak belajar ini dan orang tua malah cuekin, dia sibuk sama HP-nya?" ia menambahkan.