NADIKABAR.COM β Sekretaris Pusat Halal Science Center IPB University Mala Nurilmala menilai pelaku industri hingga UMKM semakin siap menyambut penerapan kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026, sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri halal nasional.
"Kalau kita lihat di sini mungkin semua industri besar maupun UMKM semuanya sudah ada halalnya. Ini merupakan satu wujud bahwasannya Indonesia siap menyambut wajib halal Oktober 2026," kata Mala di Industrial Festival x Halal Indo 2026, Tangerang, Banten, Minggu.
Mala menyampaikan kewajiban halal yang akan diterapkan pada bulan depan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem industri halal nasional yang mencakup sejumlah produk, termasuk makanan, minuman, kosmetik dan farmasi.
Dalam konteks itu, menurutnya, sertifikasi halal tidak hanya menjadi penanda kehalalan sebuah produk, tetapi juga berkaitan dengan upaya membangun ekosistem industri yang memperhatikan bahan baku, proses produksi, hingga rantai pasok.
Mala turut menyampaikan konsep halal saat ini telah berkembang dan tidak lagi hanya berkaitan dengan aspek religi. Halal juga mencakup sains, teknologi, traceability, inovasi, keberlanjutan, hingga daya saing global.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memperkuat kesiapan Indonesia menjadi pusat industri halal dunia melalui penguatan ekosistem industri dari hulu hingga hilir, peningkatan daya saing, serta perluasan akses pasar global.
βPasar halal dunia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada tahun 2024, konsumsi umat Muslim di enam sektor ekonomi syariah telah menembus 2,6 triliun dolar AS. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada tahun 2029,β kata Menperin pada Industrial Festival x Halal Indo 2026 di ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis (24/9).
Menurut dia, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama industri halal dunia, terutama dari sisi pasar domestik. Konsumsi rumah tangga Indonesia mencapai Rp5.974,9 triliun pada semester I 2026, dengan jumlah penduduk Muslim mencapai 252,8 juta jiwa.
βBerbekal modal utama ini, Indonesia harus bertransformasi dari sekadar pasar menjadi produsen dan pemain utama industri halal dunia,β ungkapnya.