NADIKABAR.COM — Pakar pariwisata dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Azila Azmi menilai pengelolaan wisata religi dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan akal imitasi dan teknologi digital.
Menurut Azila Azmi dalam seminar bertajuk “Contemporary Trends in Halal and Religious Tourism Management” di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, teknologi tidak semestinya hanya digunakan untuk transaksi ekonomi dan promosi, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi, penyampaian informasi sejarah, serta komunikasi nilai-nilai keagamaan dan budaya kepada masyarakat luas.
Ia menyebutkan terdapat empat peran teknologi dalam pengembangan wisata religi, yaitu mendidik, menafsirkan, membimbing, menghubungkan.
Melalui fungsi mendidik, kata dia, teknologi dapat membantu memperkenalkan sejarah dan warisan budaya Islam kepada masyarakat luas.
Sementara fungsi menafsirkan, lanjut dia, membantu wisatawan memahami makna sejarah dan nilai spiritual suatu situs keagamaan.
Fungsi membimbing, menurut dia, memungkinkan teknologi memberikan panduan kepada pengunjung agar menjaga etika dan menghormati tempat yang dikunjungi.
Adapun fungsi menghubungkan, ia menjelaskan peran teknologi dalam menghubungkan wisatawan dengan komunitas lokal melalui interaksi yang inklusif dan saling menghargai.
Azila Azmi juga menyoroti pentingnya jaminan kualitas dan sertifikasi halal dalam membangun kepercayaan wisatawan Muslim.
Menurut dia, ketersediaan informasi yang jelas dan dapat dipercaya mengenai produk maupun layanan halal menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan kualitas pengalaman wisata.