NADIKABAR.COM β Para pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Meta, perusahaan teknologi multinasional Amerika, untuk menjamin kebebasan berekspresi selama pemilihan umum di Brasil, menyusul laporan pembatasan terhadap ekspresi politik yang sah di platform milik perusahaan tersebut.
Menurut pernyataan tertulis Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Rabu, laporan tersebut menimbulkan kekhawatiran soal kebebasan berekspresi, berserikat, partisipasi politik, dan perlakuan setara terhadap sudut pandang politik.
βPlatform daring merupakan aktor kunci dalam debat demokratis. Mencegah seseorang berbicara atau menjangkau audiens tanpa penjelasan akan memengaruhi siapa yang suaranya didengar,β kata para pakar.
Para pakar itu menyebutkan bahwa laporan pemantauan mencatat ribuan akun dan unggahan ditangguhkan, visibilitasnya diturunkan, atau penyebarannya dibatasi, termasuk dari para jurnalis, pembela HAM, aktor masyarakat sipil, dan pembuat konten.
Pengamat pemilu internasional sebelumnya menyoroti sejumlah insiden, antara lain gangguan sementara pada akun kampanye salah satu kandidat, pembatasan unggahan Instagram, serta perbedaan perlakuan antarpartai dalam pembuatan gambar AI, pencarian saluran WhatsApp, dan fitur Stories.