Sebab, ujar Singh, hal ini dapat mempengaruhi cara perusahaan menyusun dan menjalankan strategi bisnisnya.
Ia menjelaskan bahwa di negara-negara Barat, pemerintah umumnya berperan sebagai pembuat aturan dan pengendali kegiatan bisnis.
Sementara di Asia, pemerintah dapat memainkan peran yang lebih luas, mulai dari mendukung perusahaan, memberikan subsidi pelatihan dan lisensi untuk mendorong pasar baru, hingga menjadi mitra investasi.
“Jika Anda hendak membuka bisnis baru di negara lain, pertanyaan paling penting untuk diajukan adalah apa yang diinginkan oleh pemerintah,” ujar Singh.
Ia mencontohkan hubungan Apple dengan Pemerintah Indonesia. Menurutnya, perusahaan perlu memahami kepentingan pemerintah di negara tujuan agar dapat membangun hubungan bisnis yang efektif.
Sebab dalam hal ini, pemerintah di Asia bahkan dapat memainkan berbagai peran sekaligus yang tidak hanya sebagai pembuat kebijakan, sehingga perusahaan perlu memahami posisi pemerintah sebagai mitra maupun, dalam kondisi tertentu, kompetitor.
Selain perbedaan karakteristik peran pemerintah, beberapa faktor lain yang juga penting diperhatikan bagi perusahaan yang ingin berekspansi di Asia antara lain perbedaan budaya, perbedaan institusional, hingga tahapan pembangunan (stages of development).