Ia menjelaskan potensi kebakaran lahan gambut umumnya disebabkan oleh penurunan muka air tanah yang menyebabkan tanah menjadi sangat kering, terutama saat memasuki musim kemarau dengan tingkat pelepasan uap asap cukup tinggi.
Kondisi tersebut semakin parah oleh adanya saluran parit atau kanal yang mengalirkan air keluar lahan.
Meski begitu Asmadi menegaskan faktor aktivitas manusia tetap menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran. Kebakaran yang meluas di berbagai wilayah sering bersumber dari area lahan yang tidak bertuan atau kurang pengawasan.
Terkait kebijakan Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) serta rencana penguatan kelembagaan hingga ke tingkat desa, Asmadi menyambut positif langkah tersebut.