Founder Conservation Action Network (CAN) Borneo, Paulinus Kristanto menjelaskan pergerakan satwa dipengaruhi kondisi bentang alam, jalur jelajah, hingga jalur migrasi yang selama ini digunakan.
Mereka pada dasarnya mengenal landscape tempat mereka tinggal. Dengan insting bertahan hidup, satwa liar akan mencari wilayah yang masih menyediakan tempat berlindung dan sumber makanan.
"Satwa bisa berpindah dan satwa akan menggunakan insting. Sejauh tempat itu aman, ya mereka akan berpindah ke tempat yang aman," kata Paulinus
Pergerakan mencari lokasi yang lebih aman tak selalu membuat satwa mengarah ke wilayah Malaysia. Namun, ia menekankan satwa tidak mengenal batas negara. Selama bentang hutan terhubung, ada kemungkinan satwa melintasi batas negara dan berada di wilayah Malaysia untuk bertahan hidup.
"Tentu iya (memungkinkan pindah), karena satwa tidak mengenal batas negara. Sejauh tempat itu aman, ya mereka akan berpindah ke tempat yang aman," ujar dia.