NADIKABAR.COM — Pakar Tranportasi Djoko Setijowarno mengatakan rencana keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam pendanaan perpanjangan rute LRT Jakarta merupakan langkah strategis yang saling melengkapi.

"Pembangunan infrastruktur berbasis APBD murni jelas sangat menguras ruang fiskal daerah," kata Djoko Setijowarno saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Djoko Setijowarno yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu menjelaskan bahwa pembangunan angkutan umum masa depan tidak lagi sekadar berfokus pada pengadaan armada, melainkan pada keberanian merancang terobosan skema pembiayaan dan pemetaannya sebagai hak dasar mobilitas warga.

Menurut dia, di tengah terbatasnya ruang fiskal, sinergi investasi antara lembaga keuangan nasional dan pemerintah daerah menjadi titik balik penting dalam mengakselerasi konektivitas perkotaan secara berkelanjutan.