"Terhubungnya jaringan LRT dengan simpul-simpul moda utama, seperti Kereta Cepat Whoosh di Halim, Stasiun Integrasi Manggarai, dan kawasan JIS akan mewujudkan perpindahan moda yang mulus bagi masyarakat di kawasan aglomerasi Jabodetabek," katanya lagi.
Selain itu, sebagai lembaga investasi, Danantara membawa perspektif bisnis dan pengelolaan komersial yang sehat. Pendekatan ini mendorong optimalisasi kawasan di sekitar stasiun atau Transit-Oriented Development (TOD) serta pemanfaatan hak penamaan.
Dengan demikian, pendapatan non-tiket LRT dapat dimaksimalkan untuk menopang biaya operasional secara mandiri dan berkelanjutan.