Menurut Daryono, kondisi tersebut juga dapat diperparah oleh hembusan angin monsun timur yang berpotensi memicu gelombang tinggi di Laut Jawa bagian timur.

"Kondisi tersebut diperparah oleh hembusan angin monsun timur saat ini yang memicu potensi gelombang setinggi di Laut Jawa bagian timur," imbuhnya.

Daryono menjelaskan kombinasi arus kuat dan gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko bagi kapal yang melintas di kawasan tersebut. Terutama kapal yang melintasi atau memotong arah arus.

"Kombinasi arus kuat dan gelombang tinggi ini sangat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal yang berlayar memotong arah arus (crossing zone) karena rentan mengalami penyimpangan haluan hingga risiko terbalik akibat hantaman ombak dari samping," pungkasnya.