"Bakteri Bacillus anthracis dapat membentuk spora yang mampu bertahan lama di lingkungan dan berpotensi menyebar," katanya.

Menurut dia, ternak yang dicurigai terkena antraks tidak boleh dikonsumsi dagingnya, masyarakat juga diminta tidak memindahkan atau menangani bangkai secara tidak tepat, melainkan segera melapor kepada petugas berwenang agar dapat ditangani sesuai prosedur.

"Jangan pernah berpikir eman-eman (sia-sia) kalau harus dibuang. Daging bangkai yang mengandung antraks harus dimusnahkan, bukan dimasukkan ke tubuh kita," katanya.