Dia menjelaskan penularan antraks pada manusia dapat terjadi melalui spora yang tertelan, terhirup, maupun melalui kontak dengan kulit.

Sementara pada ternak, kata dia, salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah kematian mendadak, yang disertai demam tinggi dan hilangnya nafsu makan. Karena itu, kasus antraks tidak hanya menjadi persoalan kesehatan hewan, tetapi juga kesehatan masyarakat.

"Karena itu, kewaspadaan peternak dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan. Racun itu untuk dimusnahkan, bukan untuk dimasukkan ke tubuh kita," katanya.