NADIKABAR.COM — Bisakah kita bertahan hidup dari bencana besar? Para ahli mengungkap keterampilan yang diperlukan manusia ketika dunia 'kiamat'.
Yang terbayang mungkin adalah penimbunan sejumlah besar makanan dan air di dalam bunker jauh di bawah tanah. Namun, Kezia Barker, seorang ahli dari Liverpool John Moores University mengungkapkan keterampilan sebenarnya bukan itu.
Persediaan makanan yang banyak mungkin bisa mengulur waktu, dan peralatan bertahan hidup hanya berguna jika kita memiliki keahliannya. Barker mengatakan ada beberapa keterampilan penting yang dapat dipelajari sebagai hobi mulai dari sekarang untuk membantu bertahan hidup saat dunia kacau.
Ia menyarankan agar kita menghabiskan waktu mempelajari keterampilan yang bermanfaat seperti keterampilan bertahan hidup di alam liar, mencari makanan di alam, bercocok tanam, dan mengawetkan makanan.
Dan yang mengejutkan, bahkan seni sederhana mengukir sendok bisa jadi lebih bermanfaat daripada menimbun barang. Baker yakin mengatakan ini karena dia adalah seorang ahli tentang respons publik terhadap ketidakamanan lingkungan, dan telah menghabiskan banyak waktu mempelajari berbagai komunitas persiapan menghadapi bencana.
Di forum-forum ini, kelompok-kelompok penyintas yang takut akan kiamat mendiskusikan persediaan dan strategi yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup hingga akhir peradaban. Selain perdebatan tentang desain bunker terbaik, para anggota sering membahas apa yang disebut 'keterampilan menghadapi kiamat zombie'.
Inilah kemampuan yang akan mereka bawa ke dunia pasca-apokaliptik untuk memastikan kelangsungan hidup mereka dan mutual assistance group (MAG) atau kelompok bantuan timbal balik mereka.
"Menjadi orang yang pandai memanfaatkan sumber daya, mudah beradaptasi, dan serba bisa sebenarnya adalah keterampilan yang paling berguna. Untuk mengembangkan hal ini, kita perlu mempelajari keterampilan pertolongan pertama," ujarnya seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (15/10/2026).
"Ini tidak hanya memberikan Anda keterampilan medis dasar pertolongan pertama, tetapi yang terpenting adalah tetap tenang dalam keadaan darurat, mengamati lingkungan dan situasi, lalu memprioritaskan tindakan Anda. Ini juga salah satu keterampilan yang penting bahkan jika bencana yang ditakutkan tidak pernah terjadi," jelasnya.
Tentu saja, jika bencana besar benar-benar tiba, salah satu masalah terbesar adalah bagaimana cara memenuhi kebutuhan pangan. Itulah mengapa Barker mengatakan bahwa belajar menanam dan mengawetkan makanan adalah langkah awal yang bagus.
"Jika Anda tidak memiliki lahan garapan atau ruang hijau sendiri, Anda dapat bergabung dengan kebun komunitas dan belajar cara menghasilkan makanan di lahan yang terbatas," kata Barker.
Sekalipun kita tidak bisa menanam sumber makanan sama sekali, lanjut Barker, mempelajari beberapa teknik pengawetan atau pengasinan tradisional adalah salah satu hobi termudah untuk dimulai yang juga dapat membantu di masa sulit.
"Ini mengajarkan Anda tentang cara bertahan hidup dalam kondisi kekurangan, bagaimana menghemat persediaan, apa yang mudah rusak dan apa yang dapat disimpan," kata Barker lagi.
Alternatifnya, belajar mencari makanan di alam liar juga akan menjadi hobi yang bermanfaat. Barker menyarankan agar manusia belajar tentang tanaman yang dapat dimakan yang ada di sekitar, sekaligus membiasakan diri terhubung dengan alam dan membaca tanda-tanda alam.
"Hal ini membantu mengatasi kecemasan ekologis, karena waktu yang dihabiskan di alam dan terhubung dengan ritme alami merupakan penenang, dan dapat memotivasi orang untuk peduli terhadap lingkungan setempat," sebut Barker.
Tetapi Barker memperingatkan para pencari makanan liar agar tidak menggunakan alat identifikasi foto berbasis AI sebagai jalan pintas. Selain menimbulkan risiko serius keracunan, hal itu juga berarti keahlian kita tidak akan berguna jika internet mengalami gangguan.
Terakhir, seni sederhana mengukir atau membuat sendok sendiri ternyata bisa menjadi keterampilan penting dalam menghadapi 'kiamat zombie'.
Meskipun kita mungkin tidak membutuhkan persediaan sendok yang tak terbatas di tengah kiamat, manusia mungkin membutuhkan peralatan kayu, ranting untuk menyalakan api, atau pasak pengganti untuk tenda.
Lebih luas dari itu, mempelajari cara mengukir sesuatu yang sederhana seperti membuat sendo, mengajarkan berbagai keterampilan yang dapat berguna dalam banyak situasi berbeda.
"Itu mengajarkan Anda keterampilan menangani pisau dengan aman, seperti bersikap peka dan memperhatikan dengan saksama bahan yang Anda gunakan. Anda diajarkan untuk berpikir tentang bagaimana menggunakan berbagai bahan untuk memecahkan berbagai masalah, dan meyakinkan diri bahwa Anda dapat membuat sesuatu sendiri," tutupnya.