"CCTV perlu direview secara periodik untuk melihat hal-hal yang janggal terkait perilaku siswa, potensi bullying, atau bahkan perilaku guru," tuturnya.

Selain pengawasan menggunakan CCTV, budaya saling mengingatkan antarpendidik juga penting. Penguatan kepribadian dapat dilakukan lewat pembinaan, termasuk kegiatan keagamaan, seperti siraman rohani.

"Tapi selain itu juga bisa dilakukan dengan membangun lingkungan sekolah yang berbudaya dan menjunjung tinggi marwah pendidikan. Nah, yang ini lebih sulit, karena sesama guru harus saling menghormati, mengingatkan, menasehati," ucapnya.

Diketahui, hingga saat ini, rekomendasi sanksi untuk kepala sekolah dan bu guru yang terekam CCTV ngeseks di ruangan SD di Kedungwuni Pekalongan belum keluar. Si kepsek dimutasi ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pekalongan, sementara bu guru dimutasi ke sekolah lain.

"Ya, nantinya sembari menunggu rekomendasi (sanksi), otomatis kami mutasi dulu," ujar Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Kholid, saat dihubungi, Rabu (9/9).

"Hari ini guru perempuan tersebut berangkat mengajar. Ya, mengajar kelas satu SD, di sekolah berbeda" kata Kholid.