Imtiaz Gul, analis keamanan independen Pakistan mengatakan, "Kontribusi Pakistan dalam pertahanan Arab Saudi bukanlah hal baru. Mekanisme seperti ini sudah berlangsung selama enam dekade."

Namun, ia menambahkan bahwa menghadapi Houthi merupakan tantangan yang berbeda karena kelompok tersebut dianggap sebagai perpanjangan dari pengaruh Iran. Akibatnya, Iran dapat memandang tindakan tersebut sebagai serangan terhadap kepentingan regionalnya.

Menurut Gul, keterlibatan langsung Pakistan yang mendukung pihak Arab Saudi tidak hanya berisiko mengakhiri posisi netral Pakistan sebagai mediator dalam perang antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi juga dapat memperburuk hubungan mereka dengan Iran.

Ia menekankan bahwa Arab Saudi adalah sekutu dekat Amerika Serikat, sementara Houthi mendapat dukungan dari Iran.

Sementara itu, Hisham Al-Omeisy, analis konflik Yaman yang berbasis di Washington, mengatakan kepada DW bahwa selama bertahun-tahun salah satu narasi utama kelompok Houthi adalah perjuangan melawan apa yang mereka anggap sebagai musuh asing.

Karena itu, menurutnya, kehadiran pasukan asing di daratan Yaman tidak hanya akan berbalik merugikan pihak yang mengirimkannya, tetapi juga akan memperkuat koalisi Houthi dan meningkatkan upaya perekrutan anggota baru oleh kelompok tersebut.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Muhammad Athif Aiman