NADIKABAR.COM — Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyampaikan rakyat Pakistan memperingati Jammu and Kashmir Black Day untuk menegaskan kembali komitmen terhadap penyelesaian sengketa Jammu dan Kashmir secara damai dan adil.
Komitmen itu disampaikan Presiden melalui pernyataannya yang dibacakan Sekretaris III Kedubes Pakistan, Zaafir Ahmad Javed, pada acara Jammu and Kashmir Black Day yang diselenggarakan Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta, pada Kamis.
"Hari ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen kita terhadap penyelesaian sengketa Jammu dan Kashmir secara damai dan adil," demikian pernyataan presiden.
Pakistan mengenang 27 Oktober 1947 sebagai awal babak panjang persengketaan Jammu dan Kashmir.
Presiden menegaskan dukungan Pakistan terhadap hak rakyat Kashmir untuk menentukan nasib sendiri serta menyoroti penderitaan mereka akibat kekerasan, penindasan, dan pelanggaran hak asasi manusia selama hampir delapan dekade.
Presiden menyebut pembatasan kebebasan, peningkatan militerisasi, penangkapan, dan pelanggaran HAM di Jammu dan Kashmir menjadi perhatian serius yang membutuhkan perhatian berkelanjutan dari masyarakat internasional.
Menurut dia, rakyat Kashmir telah melakukan perjuangan untuk mengejar keadilan, martabat, dan kebebasan secara tangguh.
Lebih lanjut, Pakistan mengajak masyarakat internasional, khususnya PBB dan organisasi HAM internasional, untuk menaruh perhatian serius pada situasi HAM di IIOJK, melindungi hak dasar rakyat Kashmir serta mendorong penyelesaian sengketa yang adil, damai dan langgeng.
"Pakistan akan terus memberikan dukungan moral, diplomatik, dan politik yang tak tergoyahkan kepada rakyat IIOJK. Kami akan terus menyuarakan aspirasi mereka di setiap forum internasional," kata Presiden.