Begitu juga dikatakan Maya, salah satu pegawai PPPK. Ia mengatakan, akibat kabut asap ini anak nya terpaksa sekolah Pembelajaran Jarak Jauh setelah mendapat imbauan dari pihak sekolah. "Jadi repot juga kami sebagai orang tua, sekolahnya selalu daring." Katanya.

Warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pemadaman di lapangan, tetapi juga melakukan pencegahan, penegakan hukum terhadap pembakar lahan, serta memberikan informasi kualitas udara secara terbuka setiap hari.

Jika karhutla terus dibiarkan, warga khawatir setiap tahun Palembang akan selalu menjadi korban kabut asap kiriman.