Melalui sistem manajemen tunggal, lanjut dia, perusahaan memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari pengelolaan kebun, penerapan teknik budi daya, penguatan kelembagaan hingga pemasaran hasil panen.
Salah satu hasil pendampingan terlihat pada Koperasi Unit Desa (KUD) Tunas Muda yang mencatat produktivitas sebesar 21,3 ton TBS per hektare pada tahun menghasilkan kedua (TM 2) setelah mengikuti Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Menurut perhitungan perusahaan, produktivitas kebun tersebut sekitar 43 persen lebih tinggi dibandingkan standar Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) untuk tanaman pada fase pertumbuhan yang sama.
Hingga Oktober 2026, sekitar 3.100 hektare kebun petani mitra Regional III telah memperoleh rekomendasi teknis PSR, atau hampir 70 persen dari target tahun ini seluas 4.500 hektare.
Perusahaan selanjutnya memproyeksikan pengelolaan lahan plasma melalui program peremajaan dapat mencapai 22.000 hektare secara bertahap pada periode 2027–2028.
PalmCo juga menggulirkan PSR Award 2026 sebagai bentuk apresiasi dan evaluasi atas pelaksanaan peremajaan sawit rakyat bersama mitra perusahaan.
Selain peremajaan, Sori mengatakan kontribusi TBS dari kebun mitra terhadap total pasokan perusahaan meningkat dari sekitar sembilan persen pada 2019 menjadi 34 persen saat ini.