"Kematangan GCG tidak diukur dari banyaknya dokumen, tetapi dari seberapa konsisten implementasi prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran dijalankan. Langkah ini semakin penting bagi PAM JAYA, termasuk dalam persiapan menuju transformasi kelembagaan yang lebih besar", ujar Sofyan.
Bagi PAM JAYA, penguatan tata kelola berjalan beriringan dengan upaya mencapai target 100% cakupan layanan air minum perpipaan pada 2029. Dengan tata kelola yang semakin baik, PAM JAYA terus memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus menghadirkan pelayanan air minum perpipaan yang semakin baik bagi warga Jakarta.
Lebih lanjut, capaian skor GCG 2025 tersebut menjadi indikator bahwa transformasi PAM JAYA terus diarahkan untuk membangun perusahaan yang sehat, profesional, transparan, terpercaya, dan berorientasi pada pelayanan publik.