NADIKABAR.COM — PAM JAYA mencatat skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 87,099 dengan predikat 'Sangat Baik' pada 2025. Capaian tersebut meningkat dibandingkan skor 85,9 pada 2024.
Peningkatan skor ini mencerminkan semakin kuatnya sistem pengelolaan dan proses bisnis PAM JAYA dalam menjalankan perusahaan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Assessment GCG tersebut dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta.
Peningkatan GCG menjadi bagian dari perjalanan PAM JAYA sebagai perusahaan yang terus berkembang sekaligus mengemban tanggung jawab menyediakan layanan air minum perpipaan bagi masyarakat Jakarta. Di tengah upaya memperluas cakupan layanan, penguatan sistem internal menjadi fondasi agar setiap keputusan dan proses bisnis dapat berjalan secara terarah serta memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, mengatakan peningkatan skor GCG menjadi bagian dari penguatan PAM JAYA sebagai perusahaan yang semakin profesional dan tertata.
"Skor dan predikat Sangat Baik ini menjadi cerminan bahwa PAM JAYA terus membangun perusahaan yang sehat, transparan, akuntabel dan memiliki proses bisnis yang semakin tertata. Ketika tata kelola perusahaan semakin baik, kepercayaan juga semakin kuat, dari situlah perusahaan memiliki fondasi yang lebih baik untuk terus bertumbuh dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," ujar Arief dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, penguatan tata kelola juga sejalan dengan nilai budaya kerja PAM JAYA, yaitu BERKOMITMEN. Nilai tersebut menjadi landasan bagi PAM JAYA untuk menjalankan pekerjaan secara bertanggung jawab, menjaga integritas, serta memastikan setiap keputusan dan proses bisnis memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat.
Penguatan GCG juga menjadi bagian penting dalam transformasi PAM JAYA untuk membangun perusahaan yang semakin profesional dengan proses bisnis yang semakin tertata. Hal tersebut mencakup penguatan pengendalian, pengambilan keputusan, serta memastikan setiap proses bisnis dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP DKI Jakarta Sofyan Antonius menilai penguatan GCG menjadi bagian penting untuk memastikan transformasi PAM JAYA berjalan dengan arah yang semakin kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, tata kelola yang baik perlu terus diperkuat seiring perkembangan perusahaan dan tantangan yang semakin kompleks dalam menjalankan layanan publik.
"Kematangan GCG tidak diukur dari banyaknya dokumen, tetapi dari seberapa konsisten implementasi prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran dijalankan. Langkah ini semakin penting bagi PAM JAYA, termasuk dalam persiapan menuju transformasi kelembagaan yang lebih besar", ujar Sofyan.
Bagi PAM JAYA, penguatan tata kelola berjalan beriringan dengan upaya mencapai target 100% cakupan layanan air minum perpipaan pada 2029. Dengan tata kelola yang semakin baik, PAM JAYA terus memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus menghadirkan pelayanan air minum perpipaan yang semakin baik bagi warga Jakarta.
Lebih lanjut, capaian skor GCG 2025 tersebut menjadi indikator bahwa transformasi PAM JAYA terus diarahkan untuk membangun perusahaan yang sehat, profesional, transparan, terpercaya, dan berorientasi pada pelayanan publik.