NADIKABAR.COM — PAM Jaya mengungkap data penurunan muka tanah di Jakarta mulai menunjukkan perlambatan. Penggunaan air perpipaan yang semakin masif dinilai turut berkontribusi menekan fenomena penurunan permukaan tanah di Ibu Kota.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, hal tersebut terlihat dari hasil penelitian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI yang membandingkan kondisi Jakarta pada periode 2018 hingga 2025.

"Berdasarkan hasil penelitian tersebut, area yang sebelumnya mengalami indikasi penurunan muka tanah secara signifikan mulai berkurang. Hal itu terlihat dari perubahan warna pada peta penelitian, yakni semakin meluasnya area berwarna hijau di wilayah selatan Jakarta," kata Arief dalam keterangan, Sabtu (31/10/2026).

Sementara itu, area berwarna merah di wilayah utara Jakarta mulai berubah menjadi kuning. Perubahan tersebut menggambarkan berkurangnya area dengan indikasi penurunan muka tanah.

Arief menilai, kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya penggunaan air perpipaan oleh masyarakat. Dengan tersedianya layanan air bersih melalui jaringan pipa, ketergantungan warga terhadap pengambilan air tanah diharapkan semakin berkurang.

"Riset dari Kementerian ESDM, Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah. Ini menandakan bahwasannya masyarakat Jakarta sudah banyak mulai menggunakan air perpipaan," ungkapnya.