Menurut Arief, capaian tersebut menunjukkan bahwa perluasan jaringan air perpipaan tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta.
Dia pun mengapresiasi kerja PAM Jaya dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dalam memperluas akses layanan air perpipaan. Ia menyebut, cakupan pelayanan air perpipaan Jakarta saat ini telah mencapai 83,27 persen.
Dia menegaskan, capaian tersebut juga terlihat dalam penelitian yang dilakukan Badan Geologi, bukan berdasarkan riset internal PAM Jaya.
"Ini sesuatu yang secara fakta, bahwasannya layanan 83 persen ternyata terlihat dari riset yang dilakukan bukan oleh kami. Ini Badan Geologi yang melakukan riset," ujarnya.
Arief menambahkan, hasil penelitian tersebut telah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Temuan itu menjadi motivasi bagi PAM Jaya untuk terus memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kapasitas distribusi air bersih.
"Berdasarkan data PAM Jaya hingga September 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 1.222.484 sambungan dengan total penerima manfaat sekitar 9 juta jiwa," tuturnya.