NADIKABAR.COM β€” Ketua Umum Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia (Gaphrindo) Vera Umbara mengatakan pameran industri makanan dan minuman (F&B) dapat memperkuat pengembangan produk kuliner Nusantara untuk menembus pasar internasional, dengan dukungan teknologi untuk menjaga kualitas produk.

β€œKita punya kekayaan resep dari Sabang sampai Merauke, tapi kita mungkin perlu teknologi untuk preservasi makanannya,” kata Vera dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Kebutuhan penguatan industri F&B didorong dari pertumbuhan sektor tersebut yang meningkat. Kementerian Perindustrian mencatat industri makanan dan minuman tumbuh 6,49 persen pada kuartal III-2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,58 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen.

Vera mengatakan Indonesia memiliki varian makanan dari berbagai daerah yang berpotensi dapat diperkenalkan ke pasar luar negeri. Namun, produk tersebut membutuhkan teknologi pengolahan dan kemasan khusus agar dapat didistribusikan secara lebih luas.

Vera menilai pengembangan teknologi pangan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Menurutnya, tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah skala usaha. Banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) telah memiliki produk, tetapi kapasitas bisnisnya belum cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten.

β€œUMKM kita perlu banyak dibangkitkan semangat entrepreneurship-nya karena banyak yang skalanya itu tidak cukup besar untuk menjadi sesuatu bisnis yang berkesinambungan,” katanya.

Ketua Umum Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Dini Zainuddin melihat peluang pengembangan produk kuliner Indonesia melalui perluasan pasar ke luar negeri, khususnya China.

Dini mengatakan Indonesia memiliki beragam makanan dan minuman khas daerah yang dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih dikenal di pasar internasional.

Selain makanan, PPJI juga mendorong pengembangan minuman berbasis rempah seperti bandrek untuk diperkenalkan sebagai produk Indonesia di pasar China.

β€œKalau dari China itu mereka tahunya dari Indonesia kopi. Padahal kita kan banyak minuman rempah,” ujar Dini.

Menurut Dini, pameran industri F&B dapat membuka akses bagi pelaku usaha Indonesia untuk bertemu langsung dengan pelaku bisnis dari negara lain sekaligus menjajaki peluang kerja sama.

Penyelenggaraan MoreFood Expo 2027 dapat mendukung potensi tersebut yang dirancang tidak hanya sebagai etalase produk, tetapi juga sebagai ruang pertemuan bisnis antara pelaku usaha F&B dengan buyer dan mitra perdagangan.

General Manager PT Huamo Exhibition Indonesia Carrie Wang mengatakan penyelenggaraan MoreFood Expo tahun depan akan memiliki area yang lebih besar, dengan lebih banyak brand lokal dan kategori industri yang berpartisipasi.

MoreFood Expo 2027 dijadwalkan berlangsung pada 8-11 April 2027 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta. Hingga enam bulan sebelum penyelenggaraan, lebih dari 200 exhibitor lokal dan internasional telah bergabung, termasuk dari Indonesia, China, Thailand, India, dan sejumlah negara lainnya.

Melalui pertemuan bisnis tersebut, pelaku F&B Indonesia diharapkan tidak hanya memperoleh akses terhadap teknologi dan pemasok baru, tetapi juga membuka peluang kerja sama perdagangan dan memperluas pasar produk lokal.